BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima kunjungan silaturahmi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Banda Aceh dalam rangka diskusi seputar pengelolaan zakat dan struktur kelembagaan, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh dan dihadiri oleh pengurus IPNU serta unsur pimpinan Baitul Mal.
Kunjungan yang penuh semangat kebersamaan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan antara IPNU dan Baitul Mal, sekaligus sebagai forum tukar informasi mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta upaya pemberdayaan masyarakat melalui program-program strategis.
Perwakilan IPNU menyampaikan beberapa tujuan utama kunjungan mereka, di antaranya ingin mengenal lebih dekat struktur dan fungsi Baitul Mal, menggali informasi tentang peran lembaga ini dalam menyejahterakan masyarakat, serta memahami lebih lanjut mengenai jenis-jenis program zakat, baik konsumtif maupun produktif.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. M. Yusuf Al Qardhawy, S.H., M.H., memberikan pemaparan komprehensif tentang struktur organisasi lembaga yang ia pimpin. Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki struktur formal yang terdiri dari Dewan Pengawas Syariah, Badan dan Anggota Badan, Kepala Sekretariat, serta 15 tenaga profesional dan sejumlah tenaga kontrak yang bertugas di berbagai bidang teknis dan administratif.
Dalam sesi diskusi, Dr. Yusuf menekankan dua jenis penyaluran zakat yang dijalankan oleh Baitul Mal, yakni:
• Zakat Konsumtif, seperti bantuan untuk fakir uzur, beasiswa pendidikan bagi anak-anak yatim dan muallaf.
• Zakat Produktif, yaitu bantuan dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan yang bertujuan agar mustahik dapat mandiri dan menjadi muzakki di masa depan.
“Baitul Mal berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat secara konsumtif, tapi juga mengupayakan agar zakat bisa memberdayakan umat secara berkelanjutan. Program zakat produktif inilah yang menjadi kunci transformasi mustahik menjadi muzakki,” jelas Dr. Yusuf.
Ia juga menambahkan bahwa Baitul Mal aktif turun ke lapangan hampir setiap hari untuk meninjau langsung kondisi masyarakat, mendengarkan keluhan warga, dan melakukan verifikasi data mustahik guna memastikan penyaluran zakat yang tepat sasaran dan transparan.
Pada sesi dialog, beberapa pertanyaan dan masukan diajukan oleh anggota IPNU, di antaranya menyangkut efektivitas program zakat produktif, metode pendataan mustahik, serta peran generasi muda dalam pengelolaan zakat dan kegiatan sosial.
Pihak Baitul Mal menyambut baik antusiasme IPNU dan membuka peluang kolaborasi ke depan, termasuk dalam edukasi zakat di kalangan pelajar dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan umat lainnya.
Pertemuan ditutup dengan harapan bersama agar silaturahmi ini tidak berhenti di satu momen, melainkan berlanjut pada bentuk-bentuk sinergi yang nyata dan bermanfaat. Dr. Yusuf menyampaikan bahwa pintu Baitul Mal selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah.
“Semoga Allah memberkahi setiap niat baik dan menjadikan pertemuan ini sebagai pintu kebaikan untuk umat,” tutup Dr. Yusuf dengan penuh harap.(MR)
