Baitul Mal Kota Serahkan Santunan Muallaf ke Pria Asal Nias

BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh menyerahkan santunan kepada pria muallaf Julianus Dohud bin Fakhoulu Dohud, 23 tahun asal Nias, Sumatera Utara. Santunan yang diberikan kepada pria yang sebelumnya memeluk agama nasrani ini diserahkan langsung oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP, M.Si usai ia bersyahadat yang dibimbing oleh Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Plt Drs, Ridwan M.Ag di Masjid Khairul Umah yang berada dalam komplek Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh, Jumat (11/12/2020).

Wahyudi mengatakan, program santunan muallaf ini merupakan program rutin dari Baitul Mal Kota dan hak mereka yang baru memeluk agam Islam. Bantuan santunan ini untuk membantu kebutuhan sementara mereka.

“Bantuan dari Baitul Mal ini tidak berhenti sampai di sini saja, ke depan akan dibantu dalam bentuk program lainnya seperti program pembinaan syariat Islam, beasiswa kepada anak-anak mereka dan beberapa pemberdayaan ekonomi lainnya,” jelas Wahyudi

Sementara Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Jalaluddin mengatakan, setelah memeluk agama Islam, Julianus kini memiliki nama baru, yaitu Muhammad Julianus Dohud. Julianus adalah tahanan Satpol PP dan WH Aceh, beberapa waktu lalu pemuda berkulit putih ini dicokok Pol PP dan WH Aceh atas dugaan kasus khalwat.

“Julianus ditangkap atas dugaan kasus khalwat. Namun saat dalam tahanan, Julianus menyampaikan ketertarikannya dengan Islam dan ingin masuk Islam. Saat mendengar bahwa dirinya ingin masuk Islam, kita tentu dengan senang hati memfasilitasi. Alhamdulillah, hari ini Muhammad Julianus Dohud sudah menjadi saudara se-Iman bagi kita semua,” ujar Jalaluddin.

Jalaluddin menjelaskan, keinginan Julianus memeluk Islam atas kesadaran sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun. “Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk turut membimbing Julianus agar benar-benar menjadi umat Islam sejati. Kami dan kita semua tentu ingin agar Julianus dapat menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Ini tentu membutuhkan dukungan dan bimbingan dari semua pihak,” kata Jalaluddin.

Dalam sambutannya Kasatpol PP dan WH Aceh juga sempat menyinggung tentang dugaan kasus khalwat yang saat ini menjerat Julianus. Jalaluddin mengaku, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak terkait, apakah kasus Muhammad Julianus dilanjutkan atau dapat dihentikan.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Dinas Syari’at Islam terkait kasus yang saat ini menjerat Julianus,”  pungkasnya.

mengungkapkan, bahwa dirinya sudah sejak lama ingin memeluk agama Islam. Hal tersebut dikarenakan teman-teman dan lingkungan kerjanya yang selalu bersinggungan dengan Islam.

“Sebenarnya saya sudah lama ingin masuk Islam, niat ini jauh sebelum saya terkena kasus ini. Keinginan saya semakin kuat untuk memeluk Islam karena saya sering ikut kumpul-kumpul dengan kelompok pengajian rekan kerja saya. Saat dalam binaan Satpol PP Aceh, di sini mereka sering membuat pengajian sehingga saya terbiasa dengan suasana pengajian dan inilah yang membuat saya semakin yakin bersyahadat. Saya memohon bimbingan dari semua pihak agar dapat belajar, memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik,” pungkas Muhammad Julianus Dohud.(MR)