Tim Baitul Mal Monitoring Santri Salafi Binaan

Tim dari Baitul Mal Kota Banda Aceh, Kamis, 22 Maret 2018 Melakukan monitoring santri salafi binaan Baitul Kota Banda Aceh di Dayah Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga Bireun. Tim yang dipimpin Amiruddin Thaleb, BA juga melakukan wawancara dengan seluruh santri yang berasal dari Banda Aceh tersebut. Menurut Amiruddin Thaleb, BA santri yang selama ini dibina oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh ditempatkan di dua dayah ternama Aceh yaitu Dayah Mudi Mesra Samalanga dan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan.

Raudhah, S.Hi (kanan) salah satu anggota Tim Monitoring sedang mewawancarai santri salafi binaan Baitul Mal Kota B. Aceh

Siti Fatimah Zuhra yang berasal dari gampong Punge Blang Cut kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh yang merupakan salah satu santri menyebutkan bahwa dirinya telah menyelesaikan beberapa kitab kuning seperti kitab Mahalli serta Kitab I’Anatut Thalibin dan selama ini dipercayakan sebagai ustazah yang ditugaskan untuk mengajar santri kelas satu.

Dalam waktu dekat juga akan dilakukan monitoring ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan di dayah tersebut juga ditempatkan santri binaan Baitul Mal Kota Banda Aceh yang sudah belajar kitab Mahalli, Kitab I’Anatut Thalibin dan Kitab Tuhfah Al- Muhtaj. Dua dayah ini menjadi pilihan mengingat rekam jejak kedua dayah tersebut yang sudah teruji melahirkan banyak ulama yang sudah berkiprah di Aceh dan luar Aceh.

Baitul Mal Kota Banda Aceh setiap tahun memberikan beasiswa untuk santri dayah yang menuntut ilmu di dua dayah tersebut diatas dan dipantau secara rutin guna melihat kemajuan pendidikan santri di dayah tersebut. Kedepan setelah menamatkan jenjang pendidikan dayah tersebut mareka akan dikembalikan ketempat asal Kota Banda Aceh dan diarahkan untuk menjadi pemuka-pemuka agama dikalangan masayarakat serta menjadi pembimbing keagamaan di setiap gampong. Baitul Mal Kota Banda Aceh tidak hanya fokus pada pemberian beasiswa pendidikan formal akan tetapi juga pendidikan dayah yang selama ini terus digalakkan di Tanah Rencong.—syawal—