Pelajari Mekanisme Pengelolaan Dana ZIS, Baitul Mal Kota Banda Aceh Terima Kunjungan Baitul Mal Lhokseumawe

BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh, menerima kunjungan kerja dan silahturahmi Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Kunjungan kerja ini diterima oleh Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, S. TH, M.H dan Kepala Sekretariat, Wahyudi S.STP, Msi serta anggota badan lainnya di aula Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh, Kamis (17/6/2021). 

Turut hadir dalam rombongan tersebut, Komisioner Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Tgk Muhammad Isa, Yuswardi Mustafa, M. Kom. I, Tgk Saifullah, Tgk, M. Saleh Yatim, serta anggota sekretariat dan tenaga profesional Baitul Mal Kota Lhokseumawe.

“Baitul Mal Kota Banda Aceh kami anggap sebagai lembaga resmi zakat yang menjadi rujukan untuk seluruh Baitul Mal Kabupaten/Kota di Aceh. Oleh karena itu, banyak hal yang ingin kami diskusikan, saling bertukar program dan pengalaman dalam pengelolaan dana zakat infaq dan shadaqah,” kata Tgk Muhammad Isa yang akrab disapa Waled ini.

Ia juga menambahkan, selama ini dalam penyaluran dana ZIS di Kota Lhokseumawe diakuinya masih mengalami beberapa kendala dan kekurangan. Sehingga bila merujuk ke Baitul Mal Banda Aceh yang notabene mempunyai kesamaan dan kemiripan dalam kepadatan penduduk maka sangat mungkin nantinya bila dikerjakan dengan serius insyaAllah bisa dilakukan penyaluran secara merata bagi yang benar benar berhak.

Ia berharap, pengalaman Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam pengelolaan ZIS dapat menjadi ilmu bagi mereka dalam menjalankan mekanisme kerja Baitul Mal Kota Lhokseumawe.

Sementara Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani menjelaskan, selama ini penyaluran ZIS di Banda Aceh bersifat  reguler misalnya pada penyaluran senif fakir uzur, beasiswa santri Dayah Mudi Mesra Samalanga dan Labuhan Haji Aceh Selatan, dan beasiswa kepada pelajar SMP yang ditanggung Baitul Mal selama masih mengenyam pendidikan di bangku SMP (beasiswa setengah penuh). Program reguler ini dilaksanakan dalam jangka waktu tiga bulan sekali.

“Kemudian ada lagi program kami yang bersifat konsumtif dan produktif. Konsumtif biasanya penyalurannya kita salurkan zakatnya menjelang bulan Ramadhan, sedangkan untuk program produktif biasanya kita akan bekerjasama dengan BLK Banda Aceh untuk melatih skill pemuda pemudi miskin di Banda Aceh agar nantinya kita harapkan melalui pembekalan ini mereka mandiri dan selain kami bekali dengan ilmu kami juga membekali mereka dengan alat kerja,” papar Asqalani.

Sementara Kepala Sekretariat, Wahyudi menambahkan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga mempunyai program pembangunan rumah dan rehab rumah bagi warga miskin di Banda Aceh. Hal ini menurutnya sejalan dengan visi misi Kota Banda Aceh yaitu membebaskan Kota Banda Aceh dari lingkungan kumuh. 

Adapun untuk senif yang dibantu oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh hanya enam senif. Untuk dua senif seperti Amil dan budak tidak dibantu.

” Kenapa dana zakat tidak kami salurkan kepada Amil, karena Amil yang juga Tenaga Profesional Baitul Mal Kota Banda Aceh honoriumnya dibayar oleh Pemerintah Kota yang kami rasa sudah sangat mumpuni, sedangkan budak, sebagaimana kita ketahui di Aceh sudah tidak ada lagi budak,” papar Wahyudi.

Ia juga menambahkan prinsip Baitul Mal Kota Banda Aceh, dana ZIS yang terkumpul pada tahun ini akan disalurkan juga pada tahun yang sama. Seperti tahun lalu terkumpul dana ZIS di Banda Aceh sebesar Rp 16.5 miliar dan telah disalurkan sebesar Rp 15.8 miliar.

” Berbicara program kerja tentunya juga kami mempunyai kendala dan tantangannya pada saat pengumpulan ZIS di Banda Aceh. Seperti tahun lalu, masalah pada pengumpulan itu terkait dengan masa pandemi. Kendala lainnya pedagang atau pengusaha yang berniaga di Banda Aceh sebagian besarnya masih  belum menunaikan zakatnya melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh. Untuk itu kami terus mengimbau kepada pedagang, pengusaha agar menunaikan zakatnya ke kami meski itu hanya sepertiga dari zakatnya,” tutup Wahyudi.

Pertemuan dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe ini diakhiri dengan foto bersama seluruh staf dan rombongan.(MR)