BANDA ACEH – Sementara itu, Abaya Muhammad Nasir yang juga Ketua Bahagian Pembangunan dan Pembinaan Santri Mudi Mesra pada pertemuan tersebut mengucapkan terimakasih karena sudah meringankan beban santri ini.
Ia juga menyampaikan, tentu perlu diketahui bahwa apa yang didapatkan hari ini adalah hasil dari musyawarah ulama lahirnya Baitul Mal. Baitul Mal Kota Banda Aceh ini bukan hasil instan.
“Inilah tugas dan kewajiban kita yang sudah mendapatkan beasiswa Baitul Mal untuk menyambung lidah tentang BMK dan kewajiban berzakat yang merupakan rukun Islam ketiga,” ucapnya.
Jadi lanjut Abaya Muhammad Nasir, estafet ini tolong disambung oleh anak anak sekalian dan juga pergunakanlah dengan segala kesyukuran dengan mengukir prestasi. Giat dalam belajar dan istiqamah dalam menuntut ilmu. “Jika orang lain mampu mengukir prestasi kami harapkan anak anak yang mendapatkan beasiswa bisa dua kali lipat semangatnya dalam mengukir prestasi,” kata Abaya.
Abaya juga menambahkan, di Dayah Mudi ini ada komunitas Nida. Yang setiap bulan puasa akan terjun ke gampong- gampong untuk mensyiarkan Agama Islam.
“Baitul Mal Kota bisa kerjasama dengan Nida untuk dikomunikasikan agar dapat menyiarkan dakwah terutama menyangkut kewajiban zakat saat bulan Ramadhan,” demikian jelas Abaya.(MR)
