Banda Aceh ? Dalam rangka memeriahkan Pembukaan Hari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kota Banda Aceh yang ke- XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang ke-44 Tahun 2016, beberapa mustahik Baitul Mal Banda Aceh menerima bantuan simbolis berupa santunan fakir uzur dan rumah keluarga miskin. Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ir. Gusmeri, MT, Asisten Bidang Keistimewaan, Ekonomi, dan Pembangunan Setda Kota Banda Aceh bertempat di Lingkungan Mesjid? Gp. Ilie Kec. Ulee Kareng. Penerima bantuan simbolis untuk rumah keluarga miskin berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu Usman M. Amin (Gp. Ceurih), Hasbullah Saiban (Gp. Ilie), dan Ainal Mardhiah (Gp. Ilie). Sementara untuk santunan uzur diberikan kepada Aminah (Gp. Ilie) dan Fatimah Saad (Gp. Ilie).
Selain bantuan simbolis bagi mustahik Baitul Mal, pada BBGRM yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Banda Aceh kali ini juga diberikan beberapa bantuan lain dari beberapa Dinas terkait, seperti bantuan berupa peralatan home industri, peralatan masak, dan timbangan;? peralatan kebersihan;? peralatan kesenian; dan penyerahan hadiah lomba Gampong se – Kota Banda Aceh yang dilaksanakan oleh PKK? Kota Banda Aceh, yang meliputi lomba HATINYA ?PKK (Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman), Administrasi PKK, UP2K, dan PAUD.
Sejauh ini pada Tahun 2016 santunan Fakir Uzur telah diberikan kepada 488 orang dari seluruh kecamatan Kota Banda Aceh dan pembangunan rumah keluarga miskin sejumlah 40 unit. Sebagai informasi, Peringatan BBGRM yang mengambil tema ?Melalui Bulan Bakti Gotong royong Masyarakat (BBGRM) ke- XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44 tahun 2016, kita gelorakan kerja gotong royong menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat? ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kembali budaya dan nilai-nilai gotong royong sebagai nilai yang telah menjadi dasar dan turun temurun terpelihara dalam masyarakat. Sehingga diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan menuju masyarakat mandiri dan sejahtera dalam koridor mewujudkan Banda Aceh sebagai model Kota Madani.(Siti)

