Zakat itu ?Problem Solving? Nyata

Arif Fadhillah, S.I.Kom  === Ketua DPRK Banda Aceh =====
Arif Fadhillah, S.I.Kom?

?=== Ketua DPRK Banda Aceh =====

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Arif Fadhillah, S.I.Kom berpandangan bahwa pengelolaan Zakat di Banda Aceh, sudah mulai terlihat bagus dengan adanya manajemen Badan Pelaksana (Bapel) Baitul Mal yang terpilih dan hasil fit and proper test beberapa waktu lalu.

Menurut Arif Fadhillah, potensi Zakat di Banda Aceh lebih kurang mencapai 40 miliar, sehingga potensi ini dibutuhkan assismen data yang benar-benar tepat dan akurat, jika potensi ini mampu dikelola dengan baik dan benar, tentu saja menjadi perubahan yang luar biasa bagi masyarakat kota Banda Aceh. Dengan catatan, dapat dikelola secara profesional dan porposional sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah, ia berkeyakinan dengan kredibilitas dan transparasi dimiliki pihak pengelola saat ini. Tentunya, sejumlah potensi zakat di Banda Aceh akan tercapai secara maksimal sesuai dengan target.

Apalagi, lanjut politisi Demokrat Banda Aceh ini, dengan kondisi saat ini disaat aturan bantuan dana hibah diperketat sedemikian rupa, maka zakat tampil menyelesaikan sejumlah persoalan sosial anak bangsa. Apalagi dalam kegiatan dan kehidupan masyarakat kota yang terdapat banyak persoalan seperti, kemiskinan serta sejumlah persoalan sosial lainnya.

?Saya yakin, pengurus Baitul Mal Banda Aceh saat ini mampu menjaga amanah ini dengan baik dan benar, sesuai dengan aturan dan peraturan yang ada,? kata Arif penuh semangat.

Kepada seluruh masyarakat dan para muzakki yang ada di Banda Aceh, ketua DPRK Banda Aceh menyerukan agar dapat berzakat di lembaga resmi di Baitul Mal. Karena, dengan berzakat di Baitul Mal, sudah terjamin telah menunaikan rukun Islam ke tiga yakni, membayar Zakat di Baitul Mal Banda Aceh.

?Para penerima zakat dari Baitul Mal Banda Aceh, agar selalu mendoakan bahwa setiap zakat yang diterima dari Baitul Mal merupakan sumbangan keberkahan untuk peningkatan rizki dan ekonomi bagi para mustahik,? harap Arif.

Selain itu, ia juga meminta kepada pihak pengelola Zakat di Baitul Mal terus melakukan sosialisasi dan mengerakkan segenap tenaga dan potensi guna membangun Banda Aceh sebagai model kota Madani, dengan salah satu pilarnya adalah zakat.

?Meskipun dalam serba kekurangan, terus sosialisasi dengan pesan-pesan moral kepada masyarakat dan muzakki, sehingga membuka mata dan hati mereka untuk menjadikan Baitul Mal sebagai lembaga yang amanah bagi harta dan penyuci jiwa mereka,? pungkasnya.