BANDA ACEH – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh menyerahkan zakat sebesar Rp180 juta kepada Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh. Zakat ini diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE dan disaksikan oleh Sekda Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin, ST, MT, Ketua, Dr Yusuf AlQardhawy MH serta Anggota Badan BMK, Dr Mijaz Iskandar Lc LLM, Umar M.Sos, H Muhammad Aulia, ST dan Andriana, Lc, M.Ush dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Irwan, SE, M.Si, Ak.
Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE mengapresiasi langkah Kemenag Banda Aceh yang menjadi contoh nyata dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi daerah.
“Alhamdulillah, baru saja saya mendapat tugas menerima zakat dari Kemenag Banda Aceh. Ini kolaborasi yang indah, karena zakat yang diterima Baitul Mal akan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Illiza.
Ia menuturkan, masih banyak warga kurang mampu di Banda Aceh yang membutuhkan uluran tangan, mulai dari lansia sebatang kara hingga penyintas tsunami yang kini hidup dengan penyakit.
“Saat saya turun ke lapangan, saya melihat ada seorang wanita yang ditinggalkan orang tuanya saat tsunami, kini mengidap tumor jinak di sekujur tubuh. Ini menjadi pengingat bahwa zakat yang disalurkan benar-benar menyentuh kehidupan mereka yang paling membutuhkan,” ungkapnya haru.
Illiza juga mengapresiasi peran Baitul Mal Kota Banda Aceh yang terus berinovasi menggali potensi zakat di kalangan ASN dan masyarakat. Ia berharap Kemenag dapat menjadi corong dakwah zakat, mendorong pengusaha dan masyarakat luas untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi seperti BMK.
“Kakankemenag telah memberi contoh yang luar biasa. Semoga ini menjadi ladang amal dan menginspirasi lembaga lain untuk ikut berzakat melalui Baitul Mal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh, H Salman, M.Pd menyampaikan bahwa zakat tersebut dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag. Tahun ini, jumlah zakat yang disalurkan mengalami sedikit penurunan akibat penyesuaian qanun tentang nishab zakat yang baru diberlakukan.
“Kami sampaikan ini secara terbuka agar para muzakki di lingkungan Kemenag merasa tenang dan nyaman, karena zakat yang mereka tunaikan telah disalurkan dengan tepat kepada fakir miskin,” ujar Kakankemenag.
Ia menambahkan, Kemenag Banda Aceh berkomitmen mendukung penuh Baitul Mal Kota dalam menyalurkan zakat pegawai secara teratur. Menurutnya, apabila di masa mendatang terjadi peningkatan pendapatan pegawai, maka jumlah zakat yang dapat disalurkan pun akan meningkat.
Selain program zakat, Kemenag Banda Aceh juga tengah menggalakkan wakaf uang dan pemberdayaan zakat produktif sebagai bagian dari gerakan kemandirian umat.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah juga terus hadir untuk memperkuat peran Kemenag. Sebab, meskipun lembaga kami bersifat vertikal, secara fungsional kami sangat dekat dengan masyarakat Banda Aceh,” tambahnya.
Kegiatan penyerahan zakat tersebut menjadi simbol harmonisasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kementerian Agama, sekaligus bukti nyata kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat ekosistem zakat di ibu kota Provinsi Aceh.(MR)
